RESUME MATERI PAI: Konsep Gender dalam Islam

 Gender terbentuk dari konstruksi sosial untuk menentukan apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan. Gender berbeda dengan kodrat. Kodrat adalah hal yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT kepada manusia-manusia. Contohnya kodrat seorang perempuan adalah menstruasi, melahirkan, dan menyusui. Kodrat tidak bisa digantikan dan diubah dengan cara apapun. Hal itu sudah menjadi ketetapan yang mutlak.

Banyak yang beranggapan bahwa Islam merupakan agama patriarki. Namun, sebenarnya Islam adalah agama yang sangat memuliakan perempuan. 

Dulu sebelum Islam ada, masyarakat jahiliyah sangat membenci perempuan. Mereka memerlakukan perempuan hanya sebagai objek semata. Objek yang hanya bertugas untuk menikah dan memiliki anak. Wanita diperjualbelikan. Bahkan, dahulu begitu bayi perempuan lahir, ayah mereka akan langsung merenggut bayi itu dari sang ibu dan menguburnya hidup-hidup. Begitu Islam datang, Islam mengangkat derajat perempuan dengan cara memuliakan.

Contohnya pada hal pembagian warisan. Perempuan memang mendapat porsi yang sedikit dalam pembagian warisan dibandingkan dengan laki-laki. Akan tetapi, harta yang dipegang perempuan dari warisan tersebut adalah miliknya sendiri dan tidak boleh dibagikan kepada suaminya. Artinya, perempuan memiliki hak penuh atas kepemilikan warisan. Dibandingkan dengan perempuan, laki-laki harus membagi harta warisan tersebut kepada anak istri mereka. Artinya, laki-laki tidak memiliki porsi penuh dalam kepemilikan warisan.

Contoh lain adalah ketika suami berbuat baik, maka istri akan ikut memperoleh pahalanya. Namun, istri tidak akan mendapat dosa apabila suaminya melakukan hal yang berdosa. 

Seorang suami akan mendapat dosa apabila sang istri melakukan hal yang berdosa, tetapi ia tidak akan mendapat pahala apabila sang istri melakukan kebaikan. 

Komentar

Postingan Populer