Resensi Novel "MATAHARI"


Judul buku :MATAHARI
Pengarang :Tere Liye
Tebal hal.   :400 halaman
Diterbitkan :Juli 2016
Penerbit      :PT Gramedia Pustaka          Utama

Sinopsis:
Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.
Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa mengilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir.
Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa . Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.
Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

Buku ini adalah buku ketiga dari serial “BUMI" yang dirilis tahun 2014. Setelah buku keduanya—BULAN—, buku ini melanjutkan lagi petualangan Raib, Seli, Ali di klan lain. Kalau di buku BUMI mereka bertiga di Klan Bulan, di buku BULAN mereka berpetualang di Klan Matahari, di buku ini mereka berpetualang di Klan Bintang. Klan paling jauh dan paling misterius di antara tiga klan lainnya—Bumi, Bulan, Matahari.

Dimulai dari Ali, si jenius dari Klan Bumi yang bersikeras mengunjungi Klan Bintang. Berusaha menemukan lorong-lorong kuno bawah tanah yang ada di perut bumi.

Pasti kalian kenal Ily kan? Si tampan dari Klan Bulan yang menemani Raib, Seli, dan Ali mencari bunga matahari pertama mekar di Klan Matahari? Yang tewas terkena sambaran petir biru mematikan dari Fala-tara-tana IV? Ily dihidupkan lagi di novel ini.

Walaupun begitu, Ily bukan lagi dihidupkan sebagai manusia di sini. Melainkan sebuah benda yang akan menemani petualangan Raib, Seli, Ali ke Klan Bintang.

Sebelum mereka ke Klan Bintang, Ali telah mempelajari sejarah Klan Bintang.  Lewat benda kecil berbentuk tabung perak—seperti flashdisk tapi memuat beribu-ribu hardisk—Ali berhasil menemukan solusi permasalahannya. Yaitu ke Klan Bintang. Ali sampai tidak tidur cukup hanya untuk mempelajari semua bacaan dari tabung perak pemberian Av.

Ali menghidupkan Ily lagi. Tapi bukan sebagai manusia. Melainkan sebuah kapsul bernama ILY. ILY menemani Raib, Seli, Ali untuk mengunjungi Klan Bintang.

Di Klan Bintang, mereka mengunjungi tempat-tempat menarik setelah menemukan lorong-lorong kuno dan memasukinya. Mulai dari Padang Kristal—yang nantinya mereka dikejar kelelawar—, lembah hijau, Kota Zaaramaraaz, dan menikmati hidangan di Restoran Lezazel.

Mereka bertiga tidak mempunyai misi apapun untuk pergi ke Klan Bintang. Tidak seperti saat di Klan Bulan, mereka punya misi untuk menghalangi Tamus untuk membuka Petak Penjara Bayangan Di Bawah Bayangan untuk membebaskan Si Tanpa Mahkota dan menyelamatkan Perpustakaan Sentral Klan Bulan. Dan di Klan Matahari yang bermisi untuk menemukan bunga matahari pertama mekar karena mereka menjadi Kontingen Festival Bunga Matahari.

Namun, niat mereka yang awalnya hanya mencari tahu, berpetualang di Klan Bintang berujung musibah ketika mereka ditetapkan menjadi buronan Klan Bintang dan dianggap sebagai ancaman bagi Klan Bintang.  Wah, kenapa ya?

Buku ini menarik! Bukan hanya menampilkan petualangan mereka saja di Klan Bintang yang diceritakan. Di buku ini teka-teki orang tua kandung Raib sudah mulai terpecahkan. Mama dan Papa Raib ternyata bukan orangtua kandung Raib. Mereka menemukan Raib saat melihat ibunya Raib selesai melahirkan dan ibunya meninggal karena melahirkan Raib. Ayahnya? Di buku ini belum diceritakan. Mungkin di buku keempat, BINTANG.

Dalam sebuah novel atau cerpen pastinya ada kekurangan juga kelebihannya. Termasuk di novel ini.

KEKURANGAN:

1. Di novel ini dipaparkan bahwa Raib dapat mengerti bahasa Klan Bintang. Kecuali kepada Faar karena Faar menggunakan bahasa Klan Bulan. Agak aneh juga bukan? Raib dapat mengerti apa yang diomongin sama Sekretaris Dewan Kota, Kaar, Meer, dan Laar yang tidak bisa bahasa Klan Bulan, Klan Matahari, maupun Klan Bumi.

2. Terdapat kata yang tidak efektif. Seperti naik ke atas dan masuk ke dalam.

3. Terlalu banyak typo. Lebih banyak typo di novel ini daripada di novel sebelumnya seperti BUMI dan BULAN.

Antara lain :
- Aku manahan napas kesal....
(Halaman 15)
- Setidaknya meskipun Av tidak bisa menghidupkan Ilo (seharusnya Ily)
(Halaman 18)
-Ada banyak orang penting Klan Bulan yang datang, mengucapkan dukacita dengan pakaian terang manyala.
(Halaman 20)
-Aku tetap menggelang
(Halaman 34)
- Aku tersenyum tpis. Melihat Ali jengkel kadang menyenangkan.
(Halaman 79)
-“Anak itu pastil jenius sekali," Papa berkomentar, saat jeda sebentar.
(Halaman 105)
-Seandinya pun gagal, aku akan terus berusaha, lagi, lagi, dan lagi.
(Halaman 363)
-Getaran itu melewati tubuku dan Ali begitu saja
(Halaman 367)

KELEBIHAN:
1. Novel ini petualangannya kerasa. Lebih kerasa daripada BUMI. Aku suka.

2. Covernya bagus. Dari cover itu kita bisa tahu ceritanya gimana. Covernya mencakup cerita semuanya. Ada ular, kristal-kristal, ILY, dan kelelawar.

Tapi sebenarnya, buku ini recommended buat dibaca. Fantasinya gak aneh. Bukan hanya sekedar buku, di buku ini juga dipaparkan pengetahuan di dalamnya. Baca buku ini menurut saya tidak membosankan. Malah sebaliknya. Enjoyable.

Yang belum baca, ayo buruan baca! Tersedia di toko-toko buku terdekat.

Komentar

Postingan Populer