Cerita pendek : Fairy and Fairytrycher
FAIRY AND FAIRYTRYCHER
•
1.Awal
"Tidak ada tempat yg baik untukmu kecuali di alam Caala.Apa kau bersedia untuk ikut denganku?", tawar Caachry kepadaku dengan senyum sinisnya.Dia adalah seorang fairy jahat yang tinggal di alam Caala.Alam yang mengerikan.Aku tidak mengerti, banyak fairy jahat yang menawariku pergi ke alam mereka akhir-akhir ini.
"Apa jaminannya?", tanyaku pada Caachry sembari mengangkat tinggi tongkat kriketku.Ia hanya tersenyum.Yak, lebih tepatnya senyum sinis."Jawab aku, kalau tidak maka...."
"Kau akan menjadi asistenku di alam Caala.Banyak peri jahat yang menginginkan diri mereka untuk menjadi asistenku, tapi mereka semua gagal.Ada 7 ted yang mereka harus lewati, tapi kebanyakan dari mereka gagal di tes ke-4.Apa kau ingin tahu, tes ke-4 itu berupa apa?", tawarnya kepadaku lagi.Kali ini dia menyombongkan dirinya.Huh, aku benci kesombongan.
"Maaf, tetapi aku tidak tertarik sama sekali.Dan soal menjadi asistenmu? Maaf aku manusia baik.Bukan peri ataupun peri jahat.Kau mengerti? Lupakan soal alam Caala.Sebentar lagi alam Chaala akan hancur karena ulah peri-peri baik", ledekku sembari menurunkan tongkat kriketku yang kubeli di Singapura.
Aku melihat ekspresinya yang sudah mulai marah.Ia mulai mencoba menahan amarahnya.Tapi ia bukan seorang manusia atau fairy baik yang bisa menahan amarah.Ia hanya fairy jahat yang mudah marah kapanpun dan dimanapun.
Tanpa dikomando lagi, Caachry mengayunkan tongkat kebanggaannya itu dan menyerangku dengan kekuatan angin Caalch yang mematikan.Akupun berdoa di dalam hati agar diberi keselamatan oleh Tuhan.Dan ternyata Tuhan mengabulkan doaku.Aku hanya dibanting ke tengah kasurku oleh angin Caalch yang mematikan itu.Walaupun begitu, tukang belakang dan tulang ekorku terasa sangat sakit.Ouch! Bibirku mengeluarkan darah walau hanya sedikit.Sementara itu, Caachry tertawa puas melihat aku kesakitan seperti ini.
"Alam Chaala tidak akan hancur.Kau yang akan hancur!", katanya sambil menunjukku.Sebenarnya aku tidak berani lagi angkat bicara, tapi jika aku tidak angkat bicara maka diriku akan celaka.Aku pun tersenyum tenang.Bukan tenang tapi berusaha tenang.Caachry bersiap untuk menyerangku kembali.Aku punya ide untuk membatalkan serangannya.
"Tidak, tunggu", aku berteriak padanya agar menghentikan niatnya untuk menyerangku.Dia hampir saja mengayunkan tongkatnya.Tetapi terhenti di kala aku menyuruhnya berhenti."Kau tidak bisa melenyapkanku karena aku 'Gadis Ke-1000 Pemegang Kekuatan Alam fairy'.Semua kendali ada di bawah kendaliku.Jika aku mengucapkan mantraku, maka bisa saja kau menjadi seekor tikus yang menjijikan", aku melanjutkan kata-kataku.
Satu detik...dua detik...tiga detik...empat detik...
"Baiklah, kali ini kau aku lepaskan.Soal keputusanmu untuk tinggal di alam Caala, aku menunggunya", katanya dengan sinis.Aku mengangguk setuju.
Cahaya kehijauan menyilaukan segalanya.Membuatku tak bisa melihat.Aku menutup mataku agar cahaya itu tidak menembus mataku.Aku tahu, itu pasti cahaya dari kepergian Caachry.Huh, peri yang kejam!
BRAAKKKK!!!
Pintu kamarku dibuka oleh kakak laki-lakiku.Dengan panik, ia langsung mengambil obat P3K.Ibu dan ayah mengikutinya dari belakang.Ibu merapikan kamarku yang berantakan, dan ayah mengambilkanku air minum.
"Mengapa kamarmu berantakan? Dan kau terluka? Apa yang terjadi? Apa kau tidak apa-apa?", tanya ibu padaku.Aku menggelengkan kepalaku."Aku tadi terjatuh saat naik sepeda selama kalian pergi ke rumah Bibi Crolezsa, dan soal kamar berantakan? Ini karena tadi ada angin besar yang datang berhembus", jawabku berbohong.
"Kami langsung pulang gara-gara mendengar berita dari Bibi Yvonne.Dia mengabarkan ada angin yang sangat besar terjadi di sini.Kami khawatir dan langsung pulang", imbuh ayah yang sibuk membantu ibu membersihkan kamarku.Mereka tadi barusan berbicara perihal angin Chaalch.Aku mengangguk tanda paham.
******
Komentar
Posting Komentar